PENDIDIKAN PARADGMA KEWARGAAN (Civic Education)

pendidikan yang berorientasi pembangunan karakter bangsa melalui pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai subyak pembelajaran melalui cara-cara pembelajaran yang demokratis, partisipatif, kritis,kreatif dan menantang aktualisasi diri mereka. peran lembaga pendidikan sangatlah penting dan strategis dalam proses pengembangan budaya demokrasi dikalangan generasi muda.

pendidikan kewargaan mengembangkan para digma pembelajaran demokratis, yakni orientasi pembelajaran yang menentukan pada upaya pemberdayaan mahasiswa sebagai bagian warga negara Indonesia secara demokratis. secara pedagogis, para digma tersebut berbeda dengan para digma peodalistik dengan cirinya yang dogmatik, indoktrinatip dan bahkan otoriter.

paradigma demokratis dalam pendidikan menepatkan peserta didik sebagai subjek aktif, prndidik sebagai mitra peserta didik dalam proses pembelajaran. sejalan dengan oreintasi ini, materi pembelajaran pendidikan kewargaan disusun berdasarkan pada kebutuhan dasar warga negara yang kritis, aktif, dan mempunyai pengetahuan, yakni pleksibel dan kontekstual. tujuan dari para digma demokratis ini adalah sebagai upaya pembelajaran yang diarahkan agar peserta didik ridak hanya mengetahui sesuatu, melainkan dapat belajar untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab sebagai individu dan makhluk sosial serta belajar untuk melakukan sesuatu yang didasari oleh pengetahuan yang dimilikinya.

Hidayat Komaruddin,Prof. Dr, Pendidikan Kewargaan (Civic Education), ICCE,Jakarta,2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s